BIBLE CAMP SEMARANG 2026
Oleh: Isa Andreyanku Lana
Bible Camp adalah kegiatan Kamp Alkitab (Firman Tuhan) yang dihadiri oleh komponen Siswa, Mahasiswa, dan Alumni Kristen yang dibina di Perkantas. Kegiatan ini dihadiri oleh Perkantas Semarang, dan Perkantas Palangka Raya diundang untuk bergabung dalam kebersamaan. Adapun orang-orang yang hadir dari Palangka Raya adalah saya (Isa Andreyanku Lana dari PMK), Rasito (PMK), Resa (PMK), Yossa (TPS, sedang dipersiapkan untuk menjadi calon staf Perkantas komponen siswa di Palangka Raya.), dan Jasmine (TPS). Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 70 orang serta dilaksanakan dalam 5 hari dan 4 malam di Villa Kayu, Bandungan, Jawa Tengah, mulai dari tanggal 30 Januari sampai dengan 3 Februari 2026. Tema yang diangkat adalah “David: a Man After GOD’s Own Heart”.
Berikut adalah hal-hal yang saya pelajari dan dapatkan dari kegiatan tersebut:
Pertama, tema tentang Daud sebagai orang yang berkenan di hati Allah benar-benar mengubah cara pandang saya. Saya belajar untuk membedakan antara tahu dan mengenal. Tahu hanya sekadar mengetahui informasi, sedangkan mengenal adalah lebih dari itu yaitu memiliki relasi yang dekat dan pribadi. Daud disebut berkenan di hadapan Tuhan bukan karena sempurna, tetapi karena respons hatinya terhadap kasih dan rencana Tuhan. Tuhan mengundang Daud dan juga kita untuk ikut serta di dalam cerita-Nya. Karena itu, fokus kita seharusnya adalah: this is God’s story, not your story. Kita diajak untuk menghidupi rencana Tuhan, bukan rencana kita sendiri. Hidup harus diarahkan kepada perkara-perkara Allah melalui Yesus, dan perjalanan hidup kita pun harus mengarah kepada-Nya.
Kedua, saya juga diajari tentang cara mempelajari Kitab Mazmur dan melakukan PA di Kitab Mazmur. Saya jadi lebih mengerti keindahan Mazmur dan bisa lebih merasakan isi hati penulisnya baik sukacita, pergumulan, maupun penyerahan dirinya kepada Tuhan. Selain itu, saya juga belajar berbagai metode saat teduh yang bisa saya terapkan nanti, seperti Lectio Divina, Kontemplasi, Eksamen, dan AWG (Alone With God). Metode-metode ini membantu saya lebih fokus dan intim dalam waktu teduh pribadi.
Banyak hal lain yang saya dapatkan dari Bible Camp ini. Kegiatan ini bukan sekadar memberi pengetahuan, tetapi juga mengajak saya untuk menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan. Saya disadarkan akan kasih setia Tuhan, sehingga saya ingin meresponnya dengan hidup yang menyenangkan dan dikehendaki oleh-Nya. Saya juga diajak untuk melihat setiap orang baik yang saya temui di camp maupun di lingkungan sehari-hari sebagai jiwa yang Tuhan kasihi. Setiap orang perlu mengenal Tuhan dan mengalami kasih setia-Nya.
Melalui kegiatan ini, saya berharap dan berdoa agar saya semakin diperbaharui hati dan pikirannya oleh Tuhan. Saya ingin terus diubahkan dari hari ke hari, agar semakin mengerti kehendak Tuhan dan fokus kepada kasih setia-Nya. Sebagai pengurus PMK, saya ingin bisa melayani dengan hati yang benar dan hidup yang sesuai firman-Nya.
Kerinduan Saya Kedepan Dalam Pelayanan:
Dari pengalaman ini, saya memiliki beberapa kerinduan yang ingin saya wujudkan dalam pelayanan ke depan. Pertama, saya rindu untuk terus bertumbuh dalam kedekatan dengan Tuhan melalui disiplin saat teduh yang sudah saya pelajari.
Kedua, saya rindu untuk membagikan berkat yang saya terima ini kepada teman-teman di PMK Palangka Raya. Saya ingin mengajak mereka untuk juga belajar mengenal Tuhan, bukan hanya tahu tentang Dia. Mungkin bisa dimulai dengan sharing pengalaman Bible Camp, lalu bersama-sama mencoba metode PA baru atau saat teduh yang lebih bermakna.
Ketiga, saya rindu agar persiapan saya menjadi pengurus PMK ini diisi dengan pembentukan karakter seperti Daud yang hatinya selalu rindu menyenangkan Tuhan. Saya mau belajar mendengar suara Tuhan lebih jelas, baik dalam pelayanan, studi, maupun kehidupan sehari-hari.
Keempat, kerinduan untuk melihat jiwa-jiwa diselamatkan juga semakin kuat dalam hati saya. Bible Camp mengingatkan saya bahwa pelayanan bukan hanya soal kegiatan, tetapi tentang membawa orang kepada pengenalan akan Kristus. Saya berkomitmen untuk lebih peka terhadap orang-orang di sekitar dan berani membagikan kasih Tuhan yang saya alami sendiri.
Saya percaya perjalanan rohani tidak berhenti di sini. Bible Camp Semarang 2026 adalah awal dari proses pemuridan yang lebih dalam, baik bagi saya pribadi maupun bagi pelayanan yang Tuhan percayakan.
Saya mengucapkan terima kasih atas kasih Tuhan yang memungkinkan saya mengikuti kegiatan ini. Terima kasih juga untuk Ko Ivan dan para kakak alumni yang mendukung dan mengusahakan keikutsertaan kami. Terima kasih kepada Perkantas Semarang atas kebersamaan, keramahan, dan kesempatan belajar bersama. Tuhan Yesus memberkati kita semua.


