BIBLE CAMP PERKANTAS SEMARANG 2026:
Oleh: Rasito
David: A Man After God’s Own Heart
Daud dikenal dalam Alkitab sebagai seorang yang berkenan di hati Allah. Pengenalannya kepada Tuhan tidak dibangun dari posisi atau pencapaian besar, melainkan dari relasi yang intim dan kebergantungan penuh kepada Tuhan sejak masa mudanya sebagai seorang gembala. Dalam kesederhanaan hidupnya, Daud belajar mengenal Tuhan sebagai Pribadi yang memimpin, menjaga, dan menyertai hidupnya. Pengakuan Daud dalam Kitab Mazmur menunjukkan kedalaman relasi tersebut, “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mazmur 23:1).
Pengenalan Daud kepada Tuhan menjadi aplikasi hidup yang sangat relevan bagi saya. Saya belajar bahwa iman bukan sekadar mengetahui tentang Tuhan, tetapi hidup dalam hubungan yang dekat dan nyata dengan-Nya. Hal inilah yang kemudian saya alami dan refleksikan selama mengikuti Bible Camp PERKANTAS Semarang 2026.
Bible Camp merupakan kegiatan Kamp Alkitab yang diikuti oleh siswa, mahasiswa, dan alumni Kristen yang dibina oleh PERKANTAS. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari empat malam, pada tanggal 30 Januari–3 Februari 2026, bertempat di Villa Kayu, Bandungan, Jawa Tengah, dan diikuti oleh kurang lebih 70 peserta. Selain peserta dari PERKANTAS Semarang, PERKANTAS Palangka Raya juga diundang untuk bergabung dalam kebersamaan ini. Saya bersyukur dapat menjadi salah satu peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Gambar 1.1 Foto bersama peserta Bible Camp PERKANTAS Semarang 2026 di Villa Kayu, Bandungan
Tema utama Bible Camp ini adalah “David: A Man After God’s Own Heart”. Melalui berbagai sesi seperti pemaparan firman, Pendalaman Alkitab (PA) kelompok, PA bersama, Lectio Divina, Eksamen, Kontemplasi, dan AWG (Alone With God), saya diajak untuk mengenal kehidupan Daud secara lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan masa kini (Gen Z).
Salah satu hal penting yang saya pelajari adalah perbedaan antara tahu dan mengenal Tuhan. Tahu berarti memiliki informasi tentang Tuhan, sedangkan mengenal berarti memiliki relasi yang dekat dan hubungan pribadi dengan-Nya. Daud disebut berkenan di hati Allah bukan karena hidupnya tanpa kesalahan, melainkan karena respons hatinya yang selalu kembali kepada Tuhan. Firman Tuhan menegaskan hal ini, “Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1 Samuel 16:7).
Melalui sesi-sesi PA bersama Kitab Mazmur, saya semakin memahami bahwa Mazmur bukan hanya kumpulan nyanyian, tetapi ungkapan kejujuran hati Daud kepada Tuhan baik dalam sukacita, ketakutan, pergumulan, maupun penyerahan diri. Hal ini menolong saya untuk lebih jujur di hadapan Tuhan dalam doa dan kehidupan rohani.
Selain itu, saya juga diperkenalkan dengan berbagai metode saat teduh seperti Lectio Divina, Kontemplasi, Eksamen, dan AWG (Alone With God). Metode-metode ini menolong saya untuk lebih fokus, tenang, dan peka dalam mendengarkan suara Tuhan. Waktu teduh tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
Ayat yang sangat meneguhkan proses ini adalah, “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!” (Mazmur 105:4).
Bible Camp ini tidak hanya memberikan pemahaman firman, tetapi juga mengajak saya untuk melihat setiap orang sebagai pribadi yang dikasihi Tuhan. Saya disadarkan bahwa pelayanan bukan sekadar aktivitas, melainkan panggilan untuk membawa orang mengenal Kristus dan mengalami kasih setia-Nya.


Gambar 1.2 Sesi pemaparan firman Tuhan oleh Bang Alex


Gambar 1.3 Suasana Pendalaman Alkitab (PA) kelompok dalam Bible Camp.
Melalui Bible Camp PERKANTAS Semarang 2026, saya semakin diteguhkan untuk terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Saya belajar dan semakin diperkaya bahwa hidup yang berkenan di hadapan Tuhan dimulai dari hati yang selalu rindu mencari-Nya dan mau dibentuk oleh firman-Nya, seperti yang diteladankan oleh Daud.
Kerinduan saya ke depan adalah untuk terus mempraktikkan disiplin rohani yang telah saya pelajari, serta membagikan berkat ini kepada teman-teman dalam pelayanan PMK Palangka Raya. Saya rindu melayani dengan hati yang benar, karakter yang dibentuk Tuhan, dan kehidupan yang selaras dengan firman-Nya. Firman Tuhan menjadi doa dan pengharapan saya, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Amsal 3:5). Saya percaya bahwa Bible Camp Semarang 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pemuridan yang lebih dalam dalam perjalanan iman saya. Kiranya Tuhan terus menuntun setiap langkah hidup dan pelayanan yang saya jalani. Tuhan Yesus memberkati.

Gambar 2.1 Kebersamaan peserta dalam Bible Camp

Gambar 2.2 Pengurus Perkatas Palangka Raya Bersama pembicara PDT. Alex Nanlohy