David (Resa Kristiani – Bible Camp 2026)

PERKANTAS SEMARANG BIBLE CAMP 2026 – “A MAN AFTER GOD’S OWN HEART”

DAVID

Oleh Resa Kristiani

Bersyukur bisa mengikuti Bible Camp, semuanya tidak lepas dari rencana Tuhan yang luar biasa. Ketika saya ingat lagi Bible Camp yang saya ikuti selama 5 hari tersebut, ada beberapa hal yang saya ambil untuk dibagikan melalui tulisan ini.

TENTANG DAUD

Saat pertama mengambil dan baca sampul buku hijau yang mengatakan Daud sebagai orang yang berkenan di hati Allah, saya cukup bingung, alasannya saat Bible Reading saya merasa Daud adalah orang yang banyak juga melakukan kesalahan dalam hidupnya, tetapi setelah melewati setiap sesi saya semakin memahami kenapa Daud berkenan di hati Allah, bukan karena sempurna, tetapi respon Daud yang selalu mengandalkan Allah, Daud memusatkan seluruh kehidupannya kepada Allah. Dari cerita hidup Daud, saya jadi tahu kalau sebenarnya Allah yang mengundang kita menjadi bagian dari cerita-Nya dan rancangan-Nya.

MAZMUR

Mazmur menjadi hal yang menarik bagi saya, karena seperti menjawab teka-teki. Masih berhubungan dengan Daud, pada Mazmur saya bisa melihat kalau Daud sebagai raja memang sering menggambarkan dirinya yang selalu di sertai oleh Allah, tetapi pada beberapa baris Mazmur Daud sering menggambarkan sesuatu yang melebihi dirnya sendiri, maksudnya dia bisa menggambarkan seorang Raja yang sempurna yaitu Yesus Kristus. Selain itu, melalui Mazmur juga kita bisa melihat Daud yang takut, lemah, berdosa dan sebagainya, tetapi dia juga memiliki keyakinan yang teguh kepada Allah. Mazmur juga bisa membuat kita merasakan suasana hati si penulis.

METODE-METODE

Banyak metode yang diajarkan melalui Bible Camp, salah satunya Lectio Devina yang bisa membantu kita fokus menggunakan pendengaran kita saat Bible Reading dengan bersuara, dengan mendengar kita bisa memfokuskan ke kata-kata yang menggetarkan hati dan membuat kita ingin menggali lebih lagi.

SAAT TEDUH

Terkait dengan metode-metode, melalui metode-metode tersebut saat teduh saya semakin diperkaya, karena saya bisa lebih memanfaatkan beberapa indera saya pada saat teduh.

DISIPLIN

Selama Bible Camp, saya mendapatkan kedisiplinan baru yaitu saat teduh, seringnya saya hanya bersaat teduh ketika benar-benar luang, bukan waktu yang saya khususkan untuk Tuhan, tetapi sekarang puji Tuhan saya berkomitmen untuk khususkan waktu berbicara pada Tuhan dan saya merasakan ada sukacita yang berbeda dari hal tersebut.

ALONE WITH GOD

Saya tulis paling akhir, karena selama 5 hari Bible Camp dan melalui AWG ini saya bisa menarik satu benang merah yang semakin meneguhkan hati saya dalam mengerjakakn pelayanan, melalui AWG juga saya merasa Tuhan ingatkan lagi, kalau Tuhan selalu hadir dalam di setiap kehidupan saya baik perkara besar atau perkara kecil.

Sebenarnya banyak pengalaman yang luar bisa yang saya alami, salah satunya kita tidak hanya berelasi dengan Tuhan tetapi juga dengan sesama, kebersamaan dengan teman-teman PERKANTAS Semarang, saya selalu mendapatkan pemahaman baru dari setiap sesi yang disampaikan Bang Alex, saya juga suka mendengarkan dan menikmati diskusi saat PA bersama, saat PA kelompok saling mendengarkan dan saling mendoakan serta ada teman-teman yang bersedia menemani kami jalan-jalan dan berwisata, menurut saya ini masih sedikit dari pengalaman yang bisa saya sebutkan selama Bible Camp karena begitu banyak. Singkatnya saya begitu bersyukur atas pengalaman yang begitu luar biasa ini.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *